SINAR KOTA, BATAM – Musyawarah Nasional XVII Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan transportasi darat yang berkeselamatan. Hal itu ditegaskan PT Jasa Raharja dalam Munas yang digelar di Batam pada 6 hingga 8 Oktober 2026.
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, hadir langsung dalam pembukaan Munas. Ia menegaskan, Jasa Raharja tidak hanya fokus pada pelayanan santunan pasca-kecelakaan, tetapi juga aktif di hulu, yakni pencegahan.
“Keselamatan adalah fondasi. Tanpa keselamatan, konektivitas dan pertumbuhan ekonomi tidak akan berkelanjutan,” kata Awaluddin.
Ia memaparkan bahwa kunci keselamatan ada pada disiplin operator. Mulai dari manajemen armada yang baik, memastikan setiap kendaraan laik jalan, pengemudi yang kompeten dan sehat, hingga pengaturan jam kerja yang manusiawi agar pengemudi tidak kelelahan.
Komitmen ini diwujudkan Jasa Raharja melalui transformasi layanan yang berorientasi pada masyarakat. Jasa Raharja memperkuat kerja sama dengan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Pemda Kepri, ORGANDA, operator, dan fasilitas kesehatan. Langkah konkretnya meliputi edukasi publik, pemetaan risiko kecelakaan, penguatan Forum LLAJ, dan respon cepat penanganan korban.
Dukungan juga datang dari regulator. Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menyebut keselamatan harus menjadi harga mati dalam setiap penyelenggaraan angkutan darat.
Ketua Umum DPP ORGANDA Adrianto Djokosoetono pun menegaskan, ORGANDA siap menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah untuk mencari jalan keluar atas persoalan industri transportasi darat.
Turut hadir dalam Munas XVII ini Sekjen ORGANDA Kurnia Lesani Adnan, Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi, Dirut Jasaraharja Putera Abdul Haris, serta Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad.
Munas XVII ORGANDA di Batam 2026 jadi momentum Jasa Raharja perkuat kolaborasi keselamatan transportasi darat bersama Kemenhub & stakeholder.(Redaksi)






