SINAR KOTA, JAKARTA – Dunia Si Doel kembali hidup dalam format berbeda. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, konferensi pers perdana Si Doel The Musical digelar di Kotji 73, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, tim produksi memperkenalkan secara resmi para aktor yang akan memerankan keluarga Betawi paling terkenal di Indonesia dalam versi panggung musikal live.
Pagelaran ini menjadi istimewa karena digelar untuk merayakan dua momentum: perjalanan panjang Si Doel selama lebih dari 50 tahun dan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Kolaborasi Dua Rumah Produksi
Proyek musikal ini merupakan kerja bareng antara Sozo Entertainment dan RuMusikal. Secara legalitas, produksi telah mendapatkan izin dan restu dari Karnos Film sebagai pemilik hak intelektual Si Doel.
Tujuan utamanya adalah memindahkan kisah Si Doel dari layar kaca ke atas panggung. Ciri khas yang selama ini melekat seperti budaya Betawi, kekompakan keluarga, dan komedi situasi akan tetap dijaga. Namun penyajiannya akan lebih segar melalui kombinasi musik, tari, tata artistik panggung, dan teknik bercerita khas teater musikal modern.
Seleksi Super Ketat
Proses pencarian pemain berlangsung tidak mudah. Panitia mencatat ada 1.450 orang yang mendaftar audisi selama dua bulan penuh. Tim juri menilai empat kemampuan utama: akting, olah vokal, musikalitas, dan kemampuan tampil di panggung.
Hanya 30 orang yang akhirnya dinyatakan lolos dan berhak menjadi bagian dari produksi Si Doel The Musical.
Jadwal Pementasan
Bagi yang menunggu kapan bisa menonton, pihak penyelenggara memastikan musikal ini akan manggung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mulai 7 sampai 31 Januari 2027.
Konsep pertunjukannya adalah komedi drama musikal yang dibagi dalam dua babak. Durasi total 120 menit dengan tambahan waktu istirahat 20 menit. Dari sisi musik, nuansa Betawi akan dikawinkan dengan aransemen orkestra kekinian sehingga bisa dinikmati semua umur.
Apa Kata Produser dan Sutradara?
Executive Producer dari Sozo Entertainment, Mo Sidik, mengungkapkan ide musikal ini sudah muncul bahkan sebelum Pemilihan Presiden berlangsung. Untuk mematangkan konsep, timnya melakukan riset popularitas Si Doel lewat konten-konten yang viral di media sosial.
“Kami ingin membuat sesuatu yang lama lahir kembali dengan cara baru. Proyek ini kami siapkan sebagai trilogi, dan Si Doel adalah pembukanya,” ujar Mo Sidik.
Sementara itu, Produser RuMusikal Shafiq Husein menjelaskan kenapa format musikal yang dipilih.
“Si Doel Anak Sekolahan sudah ada versi film, sinetron, sampai trilogi film bioskop. Satu-satunya yang belum ada adalah versi musikal. Lagunya ikonik, karakternya kuat, jadi kami ingin memberi warna baru. Kami ingin jadi penghubung antara penonton era 90-an dengan penonton hari ini. Kesulitan utamanya adalah mencari pemain yang pas tanpa merusak esensi cerita lama,” jelasnya.
Sutradara Pasha Prakasa, yang sebelumnya mengerjakan Musikal Keluarga Cemara, mengatakan:
“Ini ide yang brilian. Si Doel punya ruang khusus di memori saya. Ketika tahu ini adalah IP yang sudah sangat dicintai, saya merasa tanggung jawabnya besar karena tokoh-tokoh ini pernah dimainkan aktor-aktor hebat. Saat casting, kami menguji mereka dengan monolog. Saya mencari aktor yang punya tafsir sendiri, boleh punya energi dan warna berbeda asal tetap setia pada karakternya.” ungkapnya
Penulis naskah Adi Nugroho Anton menambahkan dirinya diberi kepercayaan langsung oleh pemegang IP untuk mengembangkan naskah musikal ini.
Komentar Jujur 7 Pemeran Utama
Bukie B. Mansyur – Si Doel:
Mengaku bebannya berat karena memerankan ikon Jakarta. Ia ikut audisi tanpa ekspektasi, dan justru kaget ketika dinyatakan lolos.
Adifa Nadira – Sarah:
Menyebut keluarganya adalah penonton setia Si Doel. Menurutnya tantangan terbesar memerankan Sarah adalah ekspektasi publik karena karakter ini sudah pernah ada sebelumnya.
Maria Giena – Zaenab:
Menilai Zaenab sebagai tokoh yang dicintai sekaligus dibenci karena sikapnya. Saat mendapat kabar dari Bang Syafie, ia langsung memberi tahu keluarga. Baginya, memerankan Zaenab adalah tanggung jawab besar.
Astry Ovie – Atun:
Tidak menyangka bisa lolos seleksi yang ketat. Ia mengaku masih terus melakukan riset dan latihan intensif bersama naskah untuk mendalami sosok Atun.
Atien Kisam – Babe Sabeni:
Merasa terhormat karena dirinya adalah orang Betawi asli. Menurutnya, karakter Babe Sabeni sangat legendaris apalagi identik dengan gambang kromong, sehingga proses pendalamannya tidak mudah. Ia percaya proses tidak akan mengkhianati hasil.
Rezky Aditya (Cocip) – Mandra:
Mengaku perjalanannya penuh keraguan, sempat tidak yakin, namun akhirnya berjodoh dengan peran Mandra.
Ade Rianom – Mak Nyak:
Menganggap Mak Nyak sebagai karakter ikonik dengan banyak lapisan konflik. Ia sudah mempelajari sosok Mak Nyak lebih dalam dan meminta doa agar bisa memberikan penampilan terbaik.
Apresiasi dari Rano Karno
Wagub DKI Jakarta Rano Karno yang hadir secara daring memberikan dukungan penuh.
“Terima kasih sudah melanjutkan Si Doel lewat musikal dan juga Macan Kemayoran. Musikal itu media paling efektif untuk mengangkat kisah. Saya sudah minta Mo Sidik tahun ini untuk mewujudkan tiga musikal: Si Doel The Musical, Macan Kemayoran tentang Bang Ben, dan nanti di Desember tentang Bing Slamet. Harapannya warga Jakarta makin kenal tokoh-tokoh Jakarta,” ucap Rano Karno.
Susunan Tim Kreatif
Executive Producer: Soeharyo & Mo Sidik (Sozo Entertainment)
Producer: Shafiq Husein (RuMusikal)
Director: Pasha Prakasa
Music Director: Ivan Tangkulung
Vocal Director: Andrea Miranda
Choreographer / Penata Gerak: Bathara
Songwriters: Ifa Fachir & Simhala Avadana
Writer: Widya Arifianti, dibantu Mo Sidik & Adi Nugroho Anton






