SINAR KOTA, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, mendorong perusahaan global yang masuk ke Indonesia untuk tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar penjualan, melainkan ikut membangun ekosistem industri nasional.
Dorongan tersebut disampaikan Anthony dalam 2026 T50 Summit of World Construction and Mining Machinery Industry Indonesia Forum di Jakarta. Forum ini dihadiri ratusan pelaku industri alat berat, pertambangan, konstruksi, pemasok, serta perusahaan multinasional.
“Indonesia terbuka untuk kemitraan. Tetapi ambisi kita lebih besar daripada sekadar menjadi pasar. Kita ingin membangun kapabilitas, menciptakan nilai tambah, dan tumbuh bersama,” ujar Anthony Leong di hadapan peserta forum, dikutip Jumat (17/10/2026).
Hilirisasi Ciptakan Ekosistem Bernilai Panjang
Menurut Anthony, agenda hilirisasi dan industrialisasi yang dijalankan pemerintah telah menciptakan ekosistem bisnis yang sangat luas. Ekosistem itu mencakup sektor konstruksi, alat berat, energi, perawatan (maintenance), logistik, pembiayaan, hingga teknologi, konektivitas, AI, dan infrastruktur digital.
Ia menilai, perusahaan global yang ingin membangun posisi jangka panjang di Indonesia harus berkontribusi dalam pengembangan pemasok lokal (local supplier), tenaga kerja terampil, transfer teknologi, serta kemampuan engineering dan services di dalam negeri.
“Penjualan mesin mungkin hanya menghasilkan satu transaksi. Tetapi ekosistem yang kuat dapat menciptakan nilai selama sepuluh bahkan dua puluh tahun ke depan,” tegasnya.
HIPMI Siap Jadi Connector dan 5 Area Kolaborasi
Dalam konteks tersebut, Anthony menegaskan BPP HIPMI siap mengambil peran sebagai *connector dan accelerator* bagi investasi global.
“Kami akan menghubungkan perusahaan global dengan jaringan pengusaha Indonesia di 38 provinsi, serta membuka kesempatan agar lebih banyak pengusaha nasional, terutama pengusaha muda, masuk ke rantai pasok industri global,” kata Anthony.
Ia menyebut ada lima area prioritas yang dapat segera dikembangkan bersama:
1. Supplier Development: Pengembangan pemasok lokal agar naik kelas.
2. Transfer Teknologi: Alih teknologi dan peningkatan kapabilitas engineering.
3. Pembiayaan dan Leasing: Skema pembiayaan alat berat yang inklusif.
4. Pengembangan Skill dan Sertifikasi: Penciptaan tenaga kerja terampil dan tersertifikasi.
5. Joint Market Development: Pengembangan pasar bersama untuk ekspansi regional.
Stabilitas Politik Kunci Kepercayaan Investor
Anthony juga menekankan pentingnya stabilitas dan kesinambungan kebijakan sebagai fondasi kepercayaan investor jangka panjang. Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah, parlemen, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan ekonomi.
Dalam hal ini, ia turut mengapresiasi peran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam menjaga komunikasi dan koordinasi lintas sektor pada berbagai isu nasional dan ekonomi.
“Stabilitas politik membangun kepercayaan. Kepercayaan mendorong investasi. Dan investasi yang diterjemahkan ke dalam kegiatan produktif dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan yang jangka panjang,” ujarnya.
Anthony kemudian menutup dengan ajakan kolaborasi.
“Bring technology. Build capability. Create value. And let us build Indonesia together,” pungkas Sekjen BPP HIPMI Anthony Leong. (Redaksi)






